Minggu, 28 Agustus 2016

Lumbung Puisi Jilid IV Penyair Indonesia, tema Margasatwa Indonesia sebuah Dokumentasi Puisi Sastrawan Indonesia oleh Himpunan Masyarakat Gemar Membaca



Penulis :

1.Abu Ma’mur MF (Brebes)
2.Agustav Triono (Purbalingga)
3.Alveng Subrata(Surabaya)
4.Amrin Moha (Cirebon)
5.Anggoro Suprapto(Semarang)
6.Anjrah Lelono Broto(Jombang/Mojokerto)
7.Arif Khilwa (pati)
8.Ari Witanto (Bekasi)
9.Arwinto Syamsunu Ajie(Kebumen)
10.Arya Setra (Jakarta Utara)
11.Bambang Widiatmoko(Jakarta)
12. Damar Angara (Demak)
13.Dedy Tri Riyadi (Tangerang)
14.Denting Kemuning(Surabaya)
15.Denis Hilmawati (Bekasi )
16.Dharmadi, DP (Purwokerto)
17.Daviatul Umam (Sumenep)
18.Eka Rs (Tasikmalaya)
19.Ersa Sasmita(Jakarta)
20.Eno El Fadjeri (Jakarta Barat)
21.Eri Sofratmin (Muara Bungo Jambi))
22.Faiz Saf'ani(Tegal)
23. Fitrah Anugerah(Bekasi)
24. H. Shobir Poer (Tangerang)
25. Hadi sastra(Tangerang)
26.Harmany (Pamekasan)
27.Hasan Maulana A. G( Serawak Malaysia)
28..Heru Mugiarso(Semarang)
29.Jen Kelana(Muara Angin Jambi)
30.Kurniawan Yunianto(Semarang)
31.Little Lite (Muara Bungo, Jambi)
32.Mike Dwi Setiawati(Cirebon)
33..Mohamad Firdaus (Banyumas)
34.Muakrim M Noer Soulisa (Maluku Tengah)
35.Mukti Sutarman Espe (Kudus)
36.Nanang Suryadi (Malang)
37.Navys Ahmad(Tangerang)
38. Ni Made Rai Sri Artini (Denpasar)
39.Novia Rika (Jakarta)
40.Rachmad Basuni (Solo)
41.Refa Kris Dwi Samanta (Banyumas)
42.Rere Desvada (Bandung)
43.Riswo Mulyadi (Banyumas)
44.Rg Bagus Warsono(Indramayu)
45.Sami’an Adib (Jember)
46.Shon Sweet's(Sidoarjo)
47.Sumrahhadi (Munadi Oke)(Jakarta)
48.Sri Subekti Handayani (Bandung)
49.Supi El-Bala (Tangerang)
50.Suyitno Ethex (Mojokerto)
51.Tajuddin Noor Ganie(Banjarmasin)
52..Thomas haryanto soekiran(Purworejo)
53.W Haryanto(Blitar)
54.Wadie Maharief (Jogyakarta)
55.Wahyudi Abdurrahman Zaenal (Ketapang Kalbar)
56. Wans Sabang(Jakarta)
57.Yuyun Ambarwanto(Wonogiri)



Kata Pengantar Antologi Binatang

   Saya bayangkan beberapa penyair dari berbagai profesi dan menulis tentang seekor binatang, semut misalnya. Maka lahirlah puisi tentang semut  dalam perspektif sosiolog, politikus, psikolog, filosof, ekonom, anthropolog, polisi, guru, ulama, bahan ibu rumah tangga. Betapa amat luasnya kekayaan perpuisian kita tentang binatang sebagai cerminan perilaku umat manusia.
   Saya bayangkan beberapa penyair menulis puisi tentang binatang-binatang  ikonik yang ada di negeri ini dan negeri-negeri lain. Bisa  jadi  masih ada. Bisa pula sudah punah. Betapa berharganya puisi-puisi ini bagi pelajar dan generasi sesudah kita karena telah memberikan pemahaman anatomis, filosofis dan simbolis tentang sebuah kota, negara, atau benda.
   Saya bayangkan beberapa penyair  menulis puisi tentang binatang yang ada interrelasinya dengan binatang-binatang yang ada di luar negara kita. Betapa berharganya puisi-puisi itu karena telah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hubungan “bilateral” kebinatangan, yang bisa jadi menjadi contoh demokratis dan toleransi bagi umat manusia.
   Saya bayangkan beberapa penyair menulis puisi tentang binatang-binatang imajinatif ( misal Derabat, burung raksasa khayalan Budi Darma; juga Kappa, semacam Derabat yang telah menjadi mitos bertahun-tahun di Jepang; Yeti di Nepal ) yang dapat menggugah daya imajinasi pembacanya dan merangsang imajinasi lain untuk bidang-bidang lain.
Saya bayangkan RgBagus Warsono sedang membangun dan menghayalkan sebuah “Kebun Bintang” raksasa yang penghuninya binatang-binatang kata-kata Indah  dan senantiasa dikunjungi ribuan bahkan jutaan pemburu kata-kata Indah setiap harinya. Sebuah habitat baru yang akan dicatat dan dikembangkan  oleh sejarah perpuisian Indonesia, bahkan dunia.
   Selamat untuk gagasan, upaya dan kerja kerasnya untuk membangun “Ragunan Kata-kata”  bagi negeri para penyair.
Hasan Bisri BFC jazirahapi@gmail.com
Jakarta, 16 Agustus 2016


Selasa, 16 Februari 2016

SAKAREPMU PENYAIR MBELING INDONESIA

SAKAREPMU PENYAIR MBELING INDONESIA

Sebuah antologi sebagai sekumpulan puisi yang tanggap akan perilaku ‘sakarepmu dewasa ini, sehingga membuat 100 penyair mbeling berbuat ‘sekarep-nya dalam memotret perkembangan Indonesia dewasa ini.
Menutup tahun 2015 sebagai tahun-tahun pancaroba negeri puisi-puisi Sakarepmu akan mewarnai khasanah sastra Indonesia.

Daftar Puisi Sakarepmu

Puisi Sakarepmu
Aan Jasudra : Antara Aku Atasan dan Bawahan
Agustav Triono: Kau Datang di Pagi Buta
Ali Syamsudin Arsi: Sungguh Benar-benar Sakarep
Aloeth Pathi: Aku Si Bujang
Anggi Putri: Barangkali Lupa
Anggoro Suprapto, Pahlawan Gembus (1)
Arif Khilwa: Senayan Beronani
Ary Sastra: Negeri Patpatgulipat
Buana K.S: Dunia Kentut
Budhi Setyawan: Menawar
Dasuki Kosim: Ada Google Traslate di Gedung DPR
Denis Hilmawati T : Perjalanan Panjang
Diah Natalia: Sederhana
Eddie MNS Soemanto: Sakarepmu
Eri  Syofratmin: Ulat Bulu
Fernanda Rochman Ardhana : Sajak Penutup
Fitrah Anugerah: Pada Celana Dalamku
Fitriyanti : Kesunyian
Gampang Prawoto: Sarijah Gadis Virtual
Gunta Wirawan: Surat Terbuka Untuk Asap
Harkoni Madura : Tilawah  Tanah  Air
Haryatiningsih: Rekaman Maling
Hasan Bisri BFC : Nenek, Nikita, dan Permen itu
Helmi Setyawan: Aku ini Guru
Heru Mugiarso : Apa Agamamu
Iis Sri Pebriyanti : Pagi Hari
Jen Kelana :Kuteriakkan Hujat
Marsetio Hariadi: Cinta Melulu
Muhammad Lefand: Matra Sang Preside  Bukan Penyair
Nanang Suryadi: Dongeng, Penyair Kok Mendongeng?
Navys Ahmad  :Negeri Parahdoks
Novia Rika: Puncak Cinta
Nunung Noor El Niel: Sampah
Nur Fajriyah : Punggung yang Pergi (Ayah)
Osratus: Sebungkus Protes Rebus (untuk diriku)
Rg Bagus Warsono: Kemeja Putih Lengan Panjang Mas Joko
Rini Garini: Dongeng Sebelum Tidur
Riswo Mulyadi: Doa Seorang Guru  di  Hari  Guru
Riza Umami : Anugerah Tuhan
Samsuni Sarman: Percakapan di  Runway
Sokanindya Pratiwi Wening: Indonesia Sakit
Slamet Widodo : Republik Dagelan
Sunaryo JW: Sajak  Tong Kosong
Sus S . Hardjono: Candi
Suyitno Ethex: Telatah Mojopahit
Tonganni Mentia : Pedati Senin Pagi
Tutik Hariyati S: Siapa mau bicara pertama
Ustadji Pantja Wibiarsa :Pelangi Jatuh
Wahyu Hidayat :Kepada Mantan
Wadie Maharief: Guru
Wans Sabang :  Segeralah Ajal!
Wardjito Soeharso: Main Bermain
Wirol Haurissa: Tamu
 Yuditeha: Reshuffle Kebelet
Zaeni Boli :Tanggal yang Keliru