Rabu, 18 September 2013

MENGENANG WS RENDRA

Penyair kawakan, bernama Willibrordus Surendra Broto Rendra dikenal W.S.Rendra setelah memeluk agama Islam tahun 1970. Lengkapnya Wahyu Sulaiman Rendra. Ia dijuluki si Burung Merak. Kelahiran 7 November 1935 di Solo, Jawa Tengah.
Sederetan hasil karyanya sudah mendunia, antara lain di bidang Drama Orang-orang di Tikungan Jalan (1954), Bip Bop Rambaterata (Teater Mini Kata) SEKDA (1977), Selamatan Anak Cucu Sulaiman, Mastodon dan Burung Kondor (1972), Hamlet (terjemahan karya William Shakespeare), Macbeth (terjemahan karya William Shakespeare), Oedipus Sang Raja (terjemahan karya Sophokles), Lisistrata (terjemahan), Odipus di Kolonus (terjemahan karya Sophokles), Antigone (terjemahan karya Sophokles), Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan karya Jean Giraudoux), Panembahan Reso (1986) Kisah Perjuangan Suku Naga. Puisi ; Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak) Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta, Blues untuk Bonnie, Empat Kumpulan Sajak, Jangan Takut Ibu, Mencari Bapak, Nyanyian Angsa, Pamphleten van een Dichter, Perjuangan Suku Naga, Pesan Pencopet kepada Pacarnya, Potret Pembangunan Dalam Puisi, Rendra ; Ballads and Blues Poem (terjemahan), Rick dari Corona, Rumpun Alang-alang, Sajak Potret Keluarga,, Sajak,Rajawali, Sajak Seonggok Jagung, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api State of Emergency, Surat Cinta Pranala luar. Berkat karya-karyanya, Ia memperoleh berbagai penghargaan. Beberapa diantaranya, yaitu, Juara I Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta (1954), Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956), Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957), Anugerah Seni dari Departemen P & K (1969), Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970) Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975), Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976), Penghargaan Adam Malik (1989) The S.E.A. Write Award (1996), Penghargaan Achmad Bakri (2006). Si Burung Merak ini juga aktif mengikuti di organisasi bela diri, yaitu, anggota Persilatan PGB Bangau Putih.
WS Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional, sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Beliau mendapat pendidikan di Jurusan Sastera Barat Fakultas Sastra UGM (tidak tamat), kemudian memperdalam pengetahuan mengenai drama dan  teater di American Academy of Dramatical Arts, Amerika Syarikat (1964-1967). Sekembali dari Amerika, beliau mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada 1967 dan sekaligus menjadi pemimpinnya. Pada perkembangannya, Bengkel Teater dipindahkan oleh Rendrake Deopok,  beralamat Jl. Cipayung Jaya No. 55, Kel. Cipayung, Kecamatan Pancoram Mas, Kota Depok.
Dari Tahun 1971 dan 1979 dia membacakan sajak-sajaknya di Festival Penyair International di Rotterdam. Pada tahun 1985 beliau mengikuti Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman. Kumpulan puisinya; Ballada Orang-orang Tercinta (1956), 4 Kumpulan Sajak (1961), Blues Untuk Bonnie (1971), Sajak-sajak Sepatu Tua (1972), Potret Pembangunan dalam Puisi (1980), Disebabkan Oleh Angin (1993), Orang-orang Rangkasbitung (1993) dan Perjalanan Aminah (1997).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar